Senin, 04 April 2016

Nasib Persija jika Sandiaga Uno Jadi Gubernur


JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut menanggapi polemik klub sepak bola asal Jakarta, Persija.
Ia menawarkan solusi untuk menghidupkan kembali kejayaan Persija. (Baca: Sandiaga: Jagokan Persib Deh Biar Ridwan Kamil Senang ).
"Saya akan bekerja sama dengan aktivis-aktivis, dengan dunia usaha, supaya bisa dikelola lebih profesional," kata Sandiaga saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (3/4/2016).
Sebagai pengusaha, Sandiaga menilai niat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengambil alih pengelolaan Persija di bawah BUMD PT Jakpro kurang tepat.
"Kita enggak bisa ambil alih, masih banyak ekonomi yang belum tersentuh. Rakyat enggak memberi mandat untuk investasi itu," kata Sandi.
Ia berpendapat, sepak bola perlu menjadi industri tersendiri agar lebih sehat seperti yang terjadi di luar negeri.
Sandiaga juga membandingkan Persija dengan sejumlah klub lain di Indonesia, seperti Bali United dan Persib, yang menurutnya sudah dikelola dengan profesional.
"Mesti dipisahkan, bukan tugas Pemprov untuk mengelola, tetapi mungkin bisa menyediakan stadionnya," ujar Sandi.
Tahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berulang kali menegaskan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membeli saham PT Persija Jaya Jakarta melalui BUMD DKI.
Untuk awalnya, Pemprov DKI akan membeli saham Persija sebesar 20 persen.
Namun, akuisisi ini tak kunjung terealisasi karena Persija memiliki tanggungan yang harus diselesaikan kepada pemain maupun jajaran pelatih kurang lebih mencapai Rp 1,8 miliar.

Sumber

Program Prioritas Sandiaga Uno untuk Jakarta



Liputan6.com, Jakarta - Meski belum jelas bakal diusung oleh Partai Gerindra atau tidak di Pilkada DKI Jakarta 2017, Sandiaga Uno mengaku sudah memiliki rencana jangka panjang untuk pembangunan Ibu Kota.

"Yang paling pertama soal kesejahteraan, peningkatan taraf hidup masyarakat menengah ke bawah ini yang masih jadi persoalan," ungkap Sandiaga usai berlari di Kanal Banjir Timur (KBT) Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Dia menjelaskan pembangunan yang ada sekarang memang sudah mulai berjalan, tapi harus lebih ditingkatkan lagi. Terlebih untuk kalangan masyarakat menengah ke bawahnya.

"Masyarakat kalangan menengah ke bawah adalah bagian dari Jakarta juga. Jangan sampai mereka itu tertinggal dari pembangunan masyarakat, tertinggal dari pembangunan Indonesia," tutur Sandiaga.

Dia menegaskan pembangunan masyarakat menengah ke bawah akan menjadi fokusnya. Terutama dalam ketersediaan lapangan pekerjaan.
"Ketersediaan dan penciptaan lapangan pekerjaan karena banyak warga ngeluh sekarang-sekarang nyari kerja susah," kata Sandiaga.

Mengingat latar belakangnya sebagai pengusaha, Sandiaga tahu betul apa saja langkah taktis untuk membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan.

"Wirausaha ditingkatkan, sehingga lapangan pekerjaan bisa ditingkatkan lagi ke depan," ucap dia.

Tak hanya itu, dia engaku telah menjalankan programnya. Salah satunya, pemberdayaan kepada usaha-usaha mikro kecil dan menengah.

"Bentuknya bantuan pelatihan, bantuan permodalan, juga bagaimana mereka meningkatkan fasilitas daripada produk mereka sehingga mereka bisa berdaya saing," tandas Sandiaga Uno.
Sumber

Minggu, 03 April 2016

Tukang Bubur Curhat ke Sandiaga Uno Saat 'Blusukan' di KBT



VIVA.co.id - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, rutin memulai kesehariannya dengan pola hidup sehat. Tidak seperti orang lainnya yang bersantai di hari libur, pria ini memilih untuk berlari pagi untuk membugarkan tubuhnya.
Maka pada Minggu pagi, Sandi - begitu sapaannya - mengajak masyarakat untuk berolahraga lari bersama di jogging track Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta.

Bersama warga dan komunitas pecinta olahraga, Sandi memulai aktivitas berlarinya dengan melakukan peregangan yang dipimpinnya sendiri.
"Selamat pagi semuanya, sebelum mulai berolahraga kita harus stretching dulu. Mari kita mulai, lari sekuatnya saja", kata Sandi yang didampingi istrinya, pagi ini.

Usai sekira lima menit melakukan pelemasan otot itu, Sandi dan rombongan segera memulai aktivitas jogging mereka sekira pukul 06.30 WIB. Pria bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno ini memang merupakan seorang pelari dan biasa berlari pada akhir pekan di arena Car Free Day (CFD) Senayan. Namun kali ini dia memutuskan berlari di area Kanal Banjir Timur (KBT) karena ingin bisa menyapa warga Jakarta dengan lebih dekat lagi.

Event "Jakarta Berlari" pagi ini diikuti sekira 30 peserta yang berlari sejauh delapan kilometer. Ini adalah kali pertama Sandi melakukan jogging bersama warga di KBT.

"Ini pertama kali ke KBT, biasanya kita ke CFD, pekan lalu kita ke Kota Tua, jadi kita muter tiap minggu untuk biasakan hidup sehat. Tadi kita juga ada "sabar", sarapan bareng untuk memberdayakan kuliner Betawi, ada kerak telor, bubur ayam sama lontong sayur. Ada warga yang minta agar kegiatan ini diaktifkan di daerah lain, kegiatan di ruang terbuka. Banyak yang beri saya semangat untuk maju terus," kata Sandi.

Di sela dirinya berlari, Sandi juga menyapa warga, berbincang sekaligus bertanya keluhan dan harapan mereka. Ia menceritakan ada seorang pedagang bubur Manado yang curhat soal harga bahan baku naik, sementara dia tidak bisa menaikkan harga ke pelanggan

"Dia (pedagang) bilang nanti pelanggan enggak sanggup beli. Biaya hidup semakin tinggi di Jakarta. Masalah ini ada di rantai distribusi yang terlalu panjang, lalu sistem pasokan yang tidak pasti."
"Dia (tukang bubur) cerita harga ikan cakalang dan bahan baku yang lain naik seperti tomat dua kali lipat. Itu yang ke depannya nanti harus kita pastikan pasokan terjamin baik dan rantai distribusi tidak terlalu panjang. Pemerintah dan dunia usaha harus saling berkolaborasi," ucap Sandiaga Uno.

Usai berlari, Sandi dan rombongan kemudian beristirahat sambil sarapan bersama menyantap kerak telor Betawi. (ren)

Sumber

Sabtu, 02 April 2016

Gelar Lari Bersama, Sandiaga Uno Serap Keluhan Warga



JAKARTA – Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, bersama dengan warga Jakarta melakukan aksi "Jakarta Berlari Mengejar Ketinggalan" di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, pagi ini, Minggu (3/4/2016).
Dalam kesempatan itu, Sandiaga yang juga ditemani sang istri, Nur Aisyah, menggelar lari bersama warga sepanjang kurang lebih 10 kilometer sambil menyerap aspirasi para warga Jakarta.
"Jadi sekalian menyapa warga menanyakan harapan, keluhan, apa yang dirasakan, dan apa yang perlu ditingkatkan lagi. Ini kegiatan mudah-mudahan bisa menebar inspirasi semangat optimis di kalangan masyarakat," ucap Sandiaga usai kegiatan, Minggu (3/4/2016).
Ia mengatakan, warga antusias dalam mengikuti kegiatan acara yang digelarnya itu. Namun, Sandiaga menyebutkan, saat ini masih banyak warga yang mengeluhkan persoalan, terutama dalam masalah ekonomi.
"Ada yang curhat, kaya pedagang bubur Manado bilang harga bahan bakunya naik, sementara dia enggak bisa naikkan harganya kepada pelanggannya. Itu karena nanti pelanggannya enggak sanggup belinya jadi biaya hidup kan semakin tinggi di Jakarta," paparnya.
Untuk itu, menurutnya, saat ini pemerintah dan pelaku dunia usaha harus berjalan bersama dalam mengatasi persoalan semacam itu.
"Kalau saya melihat, masalahnya ada di rantai distribusi yang terlalu panjang dan sistem pasokan pangan yang tidak pasti. Itu yang harus kita pastikan. Kalau itu semua harus terjamin, itu peran pemerintah dan dunia usaha yang harus berkolaborasi," paparnya.
Selain lari bersama, dalam kegiatan tersebut juga digelar sarapan bersama dengan warga Jakarta dengan santapan khas Betawi.
"Kita juga ada kegiatan namanya sabar atau sarapan bareng. Jadi, membudayakan kuliner Betawi. Ini istri saya orang Betawi, kita makan kerak telor, terus tadi ada juga bubur ayam dan lontong sayur," ucapnya.

Sumber

Jumat, 01 April 2016

Sandiaga Uno akui tiru cara Jokowi gaet hati warga DKI


Merdeka.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tengah meniru cara Joko Widodo alias Jokowi untuk menaklukkan warga ibu kota. Adapun cara mudah ditiru dengan menggunakan dialog langsung kepada masyarakat.

"Saya belajar tentang konsep ini dari Presiden Jokowi, kalau warga diajak dialog dimanusiakan, mereka akan mendukung pemerintah untuk Jakarta yang lebih bagus dan tertata," ujar Sandiaga Uno di Cikini, Kamis (31/3).

Selain komunikasi intensif, dia menjadi tahu masalah warga DKI selama ini terutama mengenai usaha. Sandiaga merupakan sosok lama berkecimpung dalam dunia usaha, sehingga dia merasa perlu berada di garda depan untuk masalah ini.

"Memberikan solusi konkret, seperti permodalan dan pelatihan- pelatihan," tambah Sandiaga Uno.

Terkait rencana penggusuran permukiman di wilayah Luar Batang, Jakarta Utara, Sandiaga meminta usaha mikro kecil menengah (UMKM) milik warga tidak ikut hancur. Dia berjanji bakal berada di garis depan menjaga usaha warga tetap berjalan guna meningkatkan taraf hidup.

"Terkait kompetensi saya kalau bicara ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan saya pasti akan pasang badan," imbuhnya.

Sandiaga menambahkan bahwa Jakarta seharusnya berkembang sebagai kota metropolis. Namun, tidak meninggalkan peningkatan dan pembangunan bagi warga miskin.

"Sangat memprihatinkan, masalah ekonomi, masalah perut, masalah kantong dan harapan. Sentuhan-sentuhan mikro lebih bermanfaat dari sekedar pembangunan fisik," terangnya.

Sumber 

Pilgub DKI, Sandiaga Uno tolak cara kotor jatuhkan lawan


Merdeka.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku siap menghadapi persaingan politik di Pilgub 2017 mendatang. Menghadapi pesaingnya, dia siap menjunjung demokrasi sejuk tanpa saling menjatuhkan.

"Persaingan gagasan solusi, program yang menyentuh kepada rakyat. Saya menolak demokrasi menyerang saya menghormati Pak Basuki dan calon lain," ujar Sandiaga Uno di Cikini, Kamis (31/3).

Dia menolak persaingan kotor yang sifatnya hanya untuk mengadu domba. Petarung sejati, menurutnya, harus bersaing dengan sehat dan elegan.

"Politik pecah belah namanya, pertarungan, siapa calon penantang, kaya mau dipukul. Ini refleksi daripada yang terjadi, efek politik dan gaung dan efek samping politik,"

Ditambahkannya pula, warga DKI kini telah menjadi pemilih yang cerdas. Artinya, cara-cara menjatuhkan tidak akan berpengaruh banyak kepada warga Jakarta.

"Saya rasa ke depan warga Jakarta sudah rasional, mereka melihat apa yang ke depan menjadi lebih baik. Ini yang bisa dirangkum dalam demokrasi sejuk," tegasnya

Sumber.

Sandiaga Uno Ingin Kedepankan Demokrasi Sejuk


JAKARTA – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Salihin Uno menekankan pentingnya demokrasi sejuk dalam momentum menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 mendatang. Pengusaha muda ini mengatakan, saling serang dan sikut-menyikut bukanlah bagian dari budaya bangsa yang harus dibawa ke proses politik.
“Jadi yang saya gugat adalah politik pecah-belah, pertarungan, siapa calon penantang, ini kan kayak diadu. Ini juga refkeksi daripada yang terjadi, efek politik dan gaung dan efek samping dari politik,” kata Sandiaga dalams sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016).
Apa yang diungkapkan Sandiaga Uno ini diketahui merupakan cerminan dari perilaku sejumlah bakal calon Gubernur DKI. Termasuk perseteruan antara petahana Basuki Tjahaja Purnama dan pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra belakangan ini.
Sandiaga mengatakan, proses politik menuju kursi DKI 1 selayaknya menjadi persaingan yang sehat di mana masing-masing bakal calon mengedepankan program dan tawaran solusi kepada masyarakat.
“Persaingan gagasan, solusi, dan menawarkan program yang lebih menyentuh masyarakat. Saya hormati pak Gubernur Basuki dan calon-calon lain,” imbuh dia.
Ia menilai bahwa masyarakat sudah cukup cerdas untuk mempertimbangkan calon pemimpinnya yang bisa membawa perubahan di ibu kota.
“Saya rasa ke depan warga Jakarta sudah rasional, mereka melihat apa yang ke depan menjadi lebih baik. Ini yang bisa dirangkum dalam demokrasi sejuk,” tutup Sandiaga.
(kha)
 
Sumber